METI

MASYARAKAT ENERGI TERBARUKAN INDONESIA
Posted on Feb 08, 2018   |   Feature
Andalkan PLTP, Kemenkeu Target Emisi Karbon Turun 2 Juta Ton

Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Keuangan menargetkan pengurangan emisi karbon CO2 minimal sebesar 1-2 juta ton di 2023. Lebih optimistis, kementerian bahkan menargetkan emisi merosot hingga 6 juta ton di 2035.

Sebagai bukti, komitmen ini direalisasikan dalam rencana jangka pendek dan panjang PT Geo Dipa Energi (Persero), satu-satunya BUMN panasbumi di Indonesia.

"Untuk memenuhi komitmen dalam penurunan emisi karbon secara masif, pada saat ini, GeoDipa yang mengemban amanat Undang-Undang Panas Bumi No.21/2014 Pasal 28, yaitu mendapat penugasan dari pemerintah untuk melakukan eksplorasi, eksploitasi, dan/atau pemanfaatan energi terbarukan panas bumi," tulis siaran pers Kementerian Keuangan, Senin (8/10/2018).

GeoDipa melakukan rencana pengembangan PLTP Small Scale 10 MW, Binary 10 MW dan pengembangan area Candradimuka 60 MW, 5x55 MW unit Extension Dieng dan Patuha.

Kemudian GeoDipa juga melakukan pengembangan lapangan Arjuno Welirang yang memiliki potensi 180 MW serta lapangan Candi Umbul Telomoyo dengan potensi 90 MW.

Terakhir dijumpai September lalu, Direktur Utama GeoDipa Riki Ibrahim mengatakan perseroan sedang melakukan pengembangan untuk meningkatkan kapasitas terpasang PLTP Dieng sebesar 10 MW (small scale).

"Saat ini kami sudah ada kapasitas 120 MW terpasang, di Patuha dan Dieng masing-masing 60 MW," ujar Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki Firmandha Ibrahim kepada media saat dijumpai di Jakarta, Jumat (14/9/2018). (gus/miq)