METI

MASYARAKAT ENERGI TERBARUKAN INDONESIA
Posted on Feb 08, 2018   |   Feature
Energi Terbarukan Butuh Investasi 2,4 Miliar Dollar AS

Industri batu bara tidak punya peran membentuk dunia dengan iklim yang stabil.
New York – Para ahli yang berkumpul di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan, setiap tahun dunia membutuhkan dana sebesar 2,4 miliar dollar AS untuk keperluan investasi pengembangan energi terbarukan hingga 2035. Sedangkan untuk memperlambat dampak pemanasan global, penggunaan energi batu bara juga harus dikurangi semaksimal mungkin hingga pada 2050.

Laporan PBB tentang Perubahan Iklim, yang dirilis Senin (8/10) itu, menekankan kepada para pembuat kebijakan dan bisnis untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam mengantisipasi dampak pemanasan global. Menurut para ahli, dampak yang muncul antara lain adalah mencairnya lapisan es, badai yang lebih kuat, peningkatan suhu pada atmosfer hampir 1 derajat Celsius dibanding pada awal revolusi industri, dan peningkatan suhu karena penggunaan bahan bakar fosil.

Para ahli menyebutkan suhu bumi saat ini sedang mengalami proses naik menuju 3 derajat Celsius pada 2100. Prakiraan itu dua kali lebih tinggi dari ramalan saat perjanjian iklim Paris yang didukung oleh hampir 200 negara yang dibuat pada 2015.

“Dari cuaca yang lebih ekstrem, naiknya permukaan laut dan berkurangnya es di laut atau Samudera Arktik, kami sudah melihat konsekuensi dari 1 derajat pemanasan global,” kata pakar Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang ikut menyimpulkan ribuan makalah ilmiah para peneliti, Panmao Zhai.

Bahkan, kata Zhai, kenaikan 1,5 derajat Celsius pada suhu bumi akan memiliki konsekuensi yang besar, termasuk kenaikan permukaan laut, dan kepunahan massal tanaman dan hewan. Dari 105 ribu spesies yang diteliti, 6 persen serangga, 8 persen tumbuhan, dan 4 persen vertebrata akan kehilangan setengah habitat mereka karena peningkatan suhu sebesar itu.

Dia meminta badan PBB yang memantau perubahan iklim itu agar mempelajari apa yang harus dilakukan untuk membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat. Target itu lebih ambisius dari target 2 derajat sebelumnya.

Biaya Besar

Para ilmuwan menyimpulkan emisi karbon dioksida harus dikurangi hingga 45 persen pada 2030 dari tingkat yang ada pada 2010, lalu dipangkas lagi menjadi nol pada 2050. Target itu akan membutuhkan upaya yang belum pernah dilakukan dalam semua aspek sebelumnya, terutama dalam industri energi.

Laporan tersebut mengakui bahwa perubahan itu akan membutuhkan biaya yang besar dan sulit dilakukan, namun bukan tidak mungkin. Dia menjelaskan, untuk membatasi pemanasan sebesar 1,5 derajat Celsius, dunia membutuhkan peningkatan investasi tahunan rata-rata sekitar lima kali lipat untuk pengembangan teknologi energi rendah karbon pada 2050.

Peningkatan investasi 2,4 miliar dollar AS setiap tahun hingga 2035 juga merupakan peningkatan hampir tujuh kali lipat dari 333,5 triliun dollar AS, yang diinvestasikan untuk energi terbarukan tahun lalu. Sejumlah organisasi dan investor yang mendukung energi hijau mengatakan laporan itu menjelaskan bahwa dunia harus mempercepat peralihan penggunaan jenis bahan bakar fosil yang paling mencemari, yakni batu bara.

“Industri batu bara tidak punya peran membentuk dunia dengan iklim yang stabil. Adalah tugas kami untuk mendesak para investor lain mengakhiri kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan batu bara,” kata Kepala Eksekutif Storebrand Asset Management, di Norwegia, Jan Erik Saugestad.

bloomberg/SB/P-4