METI

MASYARAKAT ENERGI TERBARUKAN INDONESIA
Posted on Feb 08, 2018   |   Feature
Geo Dipa Energi Dukung Pengurangan Emisi Karbon CO2

Jakarta, Portonews – Kementerian Keuangan RI mendukung pengurangan emisi karbon CO2 minimal sebesar 1–2 juta ton di tahun 2023 dan 6 Juta Ton di tahun 2035. Komitmen ini tercermin di rencana jangka pendek dan panjang pengembangan usaha PT Geo Dipa Energi (Persero), BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang merupakan BUMN panasbumi satu – satunya di Indonesia.

Komitmen Indonesia untuk perubahan iklim tertuang dalam UU No.16 tahun 2016 tentang Pengesahaan Paris Agreement to the united nations.

Untuk memenuhi komitmen dalam penurunan emisi karbon secara masif, pada saat ini, GeoDipa yang mengemban amanat Undang-Undang Panas Bumi No.21/2014 Pasal 28, yaitu mendapat penugasan dari pemerintah untuk melakukan eksplorasi, eksploitasi, dan/atau pemanfaatan energi terbarukan panas bumi.

Dalam siaran pers yang dikirimkan kepada portonews, Dirut Geo Dipa Energi, Riki Ibrahim menyebut, setidaknya ada empat fungsi dan peranan penting GeoDipa sendiri sebagai BUMN. Pertama, meningkatkan kuantitas dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan listrik ramah lingkungan.

Kedua, membuka dan memperluas lapangan pekerjaan di daerah dimana proyek dilaksanakan. Ketiga, membantu pemerintah sebagai price setter dalam pemenuhan listrik ramah lingkungan panas bumi. Dan, keempat mendorong komiditi ekspor berupa penambah devisa, dari penjualan batubara dan migas akibat substitusi pembangkit fosil dengan pembangkit PLTP.

“Geo Dipa Energi melakukan rencana pengembangan PLTP Small Scale 10 MW, Binary 10 MW, Pengembangan Area Candradimuka 60 MW, 5×55 MW unit Extension Dieng dan Patuha, Pengembangan lapangan Arjuno Welirang yang memiliki potensi 180 MW serta lapangan Candi Umbul Telomoyo dengan potensi 90 MW,” sebutnya. (Nap)