METI

MASYARAKAT ENERGI TERBARUKAN INDONESIA
Posted on Feb 08, 2018   |   Feature
Terumbu Karang Terancam Jika Listrik dari Batubara Tak Berkurang

QUEENSLAND (aksi.id) - Dewan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (IPCC) memeringatkan Australia dan seluruh dunia untuk benar-benar menghilangkan penggunaan batubara untuk listrik dalam 22 tahun mendatang jika ingin menyelamatkan terumbu karang di wilayah Great Barrier Reef, Queensland.

Poin kunci:

  • Laporan Dewan Iklim PBB memeringatkan, polusi gas rumah kaca harus mencapai nol sekitar tahun 2050 untuk menghentikan pemanasan global sebesar 1,5 derajat Celsius
  • Terumbu karang 1,5C diperkirakan menurun 70 persen hingga 90 persen, kata laporan itu
  • Para ahli mengatakan listrik bersumber batubara harus turun menjadi0 hingga 2 persen dari penggunaan yang ada saat ini

Dalam sebuah laporan yang ditulis oleh lebih dari 90 ilmuwan, dan yang menyertakan ribuan potongan penelitian iklim, IPCC mengatakan emisi global polusi gas rumah kaca harus mencapai nol sekitar tahun 2050 untuk menghentikan pemanasan global di tingkat 1,5 derajat Celcius.

Pada tingkat saat ini, mereka mengatakan 1.5C akan tembus pada awal tahun 2040, dan 2C akan tembus pada tahun 2060-an.

Jika itu terjadi, suhu di banyak wilayah daratan akan meningkat dua kali lipat dari jumlah itu. Dan pada pemanasan 2C, para ahli mengatakan bahwa dunia akan berisiko mencapai "titik kritis", yang membawa dunia masuk ke dalam suhu yang tak terkendali.

Dengan dunia yang sudah lebih hangat 1 derajat Celcius dari masa pra-industri, para ahli mengatakan laporan ini -yang dirilis oleh IPCC di Incheon, Korea -kemungkinan merupakan peringatan terakhir sebelum segalanya menjadi tidak mungkin untuk tetap berada di suhu 1.5C.

"Kita tak berada di jalur yang tepat, kita saat ini sedang menuju pemanasan dengan tingkat sekitar 3 hingga 4 derajat di tahun 2100," lapor salah seorang contributor dari Universitas Nasional Australia (ANU), Profesor Mark Howden.

"Untuk membatasi perubahan suhu hingga 1,5 derajat kita harus sangat mengurangi emisi karbon dioksida. Mereka harus turun sekitar 45 persen pada tahun 2030 dan mereka harus mencapai nol pada tahun 2050."

"Secara global, batubara harus turun antara 0 dan 2 persen dari penggunaan yang ada."

Terumbu karang diperkirakan akan menurun 70 hingga 90 persen lagi di bawah 1,5C, tetapi meningkat menjadi lebih dari 99 persen hilangnya terumbu saat suhu naik mencapai 2C.

Di Australia, itu berarti sebagian besar dari terumbu karang di Great Barrier Reef, Queensland, akan mengalami pergolakan atau keruntuhan yang signifikan.

Dikombinasikan dengan peningkatan pengasaman laut karena konsentrasi karbon dioksida yang lebih tinggi, hal itu diperkirakan sangat memengaruhi stok dan keragaman ikan.

Kenaikan 2C berarti tiga kali lebih banyak dari ekosistem terestrial bumi akan mengalami transformasi dibandingkan dengan kenaikan 1,5C, secara signifikan meningkatkan kepunahan spesies.

Manusia modern belum pernah melihat Arktik yang bebas es, tetapi pada tingkat 2C, hal itu akan terjadi sekali dalam satu dekade, dibandingkan dengan satu abad sekali di tingkat 1.5C.