METI

MASYARAKAT ENERGI TERBARUKAN INDONESIA
Posted on Feb 08, 2018   |   Feature
EBT Diutamakan untuk Tekan Penggunaan Energi Fosil dan Hemat Devisa

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyatakan, pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) merupakan upaya Indonesia mendukung penyelamatan lingkungan. Langkah ini pun mendapat dukungan positif dari Bank Dunia.
“Kita utamakan renewable energy (energi terbarukan),” kata Wapres JK dalam pernyataan bersama dengan Chief Executive Officer Bank Dunia Kristalina Georgieva di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).
Kegiatan itu bagian dari rangkaian kegiatan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.
Wapres merespons adanya sikap sebagian organisasi non pemerintah (NGO) yang mengaitkan upaya mengoptimalkan manfaat EBT ini dengan masalah lingkungan. “Yang mengganggu lingkungan kan jelas yang mana. Oleh karena itu kita utamakan renewable energy,” kata Wapres.
 
Menurutnya, pemerintah melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah menargetkan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen hingga tahun 2025 mendatang.
“Langkah ini akan semakin mengurangi penggunaan energi fosil dan pada gilirannya akan menghemat devisa negara,” tegasnya.
Sejumlah pembangkit dibangun dengan memanfaatkan EBT itu, antara lain, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Sumatera Utara, yang sedang dalam proses pembangunan, serta PLTA Poso dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sindereng Rappang (Sidrap) di Sulawesi Selatan.