METI

MASYARAKAT ENERGI TERBARUKAN INDONESIA
Posted on Feb 08, 2018   |   Feature
Perkiraan Pertumbuhan Signifikan untuk Energi Terbarukan di Asia

Ini Perkiraan pertumbuhan yang signifikan untuk energi terbarukan di Asia: kapasitas energi surya tumbuh tiga kali lipat dan penambahan kapasitas energi angin lima kali lipat dalam lima tahun ke depan Pemimpin baru Black & Veatch untuk penawaran energi terbarukan internasional memprediksi adanya dukungan yang meningkat bagi proyek-proyek energi rendah karbon di seluruh dunia.

Taiwan, Filipina, Vietnam, Indonesia dan Thailand adalah pasar utama dengan gabungan penambahan kapasitas tenaga surya yang diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat dalam lima tahun ke depan, sementara penambahan kapasitas tenaga angin diperkirakan akan tumbuh lima kali lipat untuk periode yang sama. Menurut Black & Veatch, ketiga negara ini, Taiwan, Filipina, dan Vietnam, dapat menjadi pasar yang paling cepat berkembang untuk energi terbarukan di kawasan Asia.

“Peluang bagi klien, termasuk para produsen listrik, adalah dalam menerapkan solusi engineering, procurement, construction (EPC) yang memiliki teknologi terkini, biaya yang kompetitif dan menguntungkan. Penyebaran waktu dan studi pergerakan serta drone misalnya, memiliki potensi untuk memangkas jadwal dan biaya proyek,” kata Mitesh Patel, direktur baru untuk bisnis energi terbarukan Black & Veatch di Asia, Eropa, Timur Tengah dan Afrika dalam rilisnya dari Singapur yang diterima ENERGYWORLD, Selasa (9/10/18)

Pengangkatan Patel dilakukan pada saat Black & Veatch tengah meningkatkan dukungan bagi para klien yang membutuhkan solusi menyeluruh (end-to-end): mulai dari studi konseptual awal hingga opsi pembiayaan, dan manajemen program lengkap serta penyelesaian proyek.

Patel mengatakan bahwa perusahaan juga melihat penyebaran mikrogrid secara nyata yang menawarkan perusahaan utilitas dan pelanggan listrik skala besar, kesempatan untuk secara proaktif bekerjasama, membantu mengintegrasikan energi terbarukan yang intermiten dengan energi berbahan bakar fosil. Pendekatan ini akan membuka jalan pada penyediaan pasokan listrik yang stabil dan dapat diakses secara luas, yang dapat mempercepat transformasi energi dan elektrifikasi universal.

Solusi off-grid atau di luar jaringan listrik, seperti pembangkit surya mini dan mikrogrid, juga dapat memasok listrik bagi masyarakat kepulauan dan daerah terpencil di mana perluasan jaringan yang sudah ada secara tradisional tidak layak secara ekonomi.

“Energi terbarukan juga dapat memberikan daya saing bagi sektor industri dengan permintaan energi yang tinggi dan kebutuhan akan pasokan listrik yang stabil dan tak terganggu, seperti pusat data dan pertambangan,” jelas Patel.

Dengan demikian, area kunci di mana Patel akan mencurahkan fokusnya adalah meningkatkan keuntungan atau bankability dari proyek-proyek energi terbarukan di Asia dan pasar lainnya, melalui sistem pembangkit hibrida yang menggabungkan berbagai sumber energi terbarukan dengan baterai penyimpanan – dan teknologi distribusi cerdas – untuk menstabilkan fluktuasi output dari sumber-sumber energi terbarukan. Ini berarti Patel akan berkolaborasi dengar para pemasok energi untuk menyelesaikan kompleksitas teknis dari integrasi energi terbarukan dan baterai penyimpanan dengan aset-aset pembangkit dan transmisi yang sudah ada.

Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) berkomitmen terhadap target 23 persen untuk energi terbarukan moderen yang berkelanjutan di tahun 2025. Di India, pemerintah menargetkan kapasitas 175 gigawatt (GW) diperoleh dari energi terbarukan pada tahun 2022. · Secara global, Black & Veatch telah mendukung pengembangan 25 gigawatt (GW) energi tenaga surya dan 26 GW energi tenaga angin. Pada bulan Juli, Black & Veatch dipilih oleh IL&FS Energy untuk menyediakan keahlian teknis bagi proyek hibrida energi tenaga surya photovoltaic, energi angin, dan sistem baterai penyimpanan energi sebesar 41 megawatt di Andhra Pradesh, India.

Setelah mengambil peran penting dalam pertumbuhan bisnis Konsultasi Manajemen Black & Veatch di Asia, Patel akan memusatkan perhatiannya pada bisnis Energi Terbarukan di Asia dan EMEIA. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri energi, Mitesh Patel telah menjalani berbagai peran dari  operasi dan pemeliharaan hingga pengembangan bisnis. Setelah mengambil peran penting dalam pertumbuhan bisnis Konsultasi Manajemen Black & Veatch di Asia, Patel akan memusatkan perhatiannya pada bisnis Energi Terbarukan di Asia dan EMEIA. |AME